Tafakur Alam 2012, Capolaga, Subang. 27-4-2012
Tafakur Alam 2012, Capolaga, Subang. 27-4-2012
Perhelatan Olahraga Baseball persembahan Labschool kembali meledak di Jakarta. Labs Blast 2012 Blast Out Your Champion in you, ajang kompetisi baseball & softball setahun sekali tersebut kembali menghiasi Pintu Satu Senayan. Kali ini, Labs Blast menghadirkan 11 SMA se- Jabodetabek untuk bertanding dalam kompetisi tersebut. SMA tersebut antara lain, SMA 3, SMA8, Madania, Gonzaga, SMAN1 Bogor, dst.
Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 20-27 April 2012 tersebut bertujuan untuk mengasah kemampuan Baseball siswa SMA Jabodetabek. Kegiatan ini murni diurus oleh siswa sendiri, tidak diikutcampuri oleh pihak guru. “Kami dapat pengalaman yang berharga, karena kami dapat berdiri sendiri tanpa bantuan guru. Paling hanya diberi izin sama guru pembina saja.” Terang Hiroshi Kevin, panitia sekaligus outfield tim A Labschool Jakarta.
Turnamen ini, tentunya seperti turnamen kebanyakan, pertandingannya membedakan gender. Baseball untuk cowok, dan softball untuk cewek. Dalam turnamen ini Baseball memakai sistem group, sementara softball bertanding dengan sistem lawan semua.
Softball dimenangkan oleh tim kebanggaan Labschool Jakarta yaitu tim LabsA (Red Hot). Dengan Sara sebagai kapten, perjalanan Red Hot meluncur sangat mulus sampai ke final. Tercatat, dengan hanya kalah 1 kali dari 8 pertandingan, itupun dengan saudara kandung sendiri yaitu Tim Labs B dengan skor tipis 5-4.
“Sebenarnya kami yakin menang, tapi kami sendiri sangat mengawasi kemampuan SMA Tarakanita. Karena mereka mempunyai pemain nasional dalam timnya.” Tutur Sara, kapten Tim softball LabsA sebelum turnamen dimulai. Meskipun demikian, Tim Softball Tarki sendiri, tidak terlalu mengesankan dalam turnamen Labs Blast tersebut. Tercatat, Tim Softball SMA Tarki dikalahkan 3 kali dalam turnamen ini.
Sedangkan dalam kloter Baseball, dimenangkan oleh SMA Madania. Sekolah yang memang terkenal dengan kekuatan Baseball superpowernya, tercatat hanya kalah 1 kali dengan SMA Gonzaga, itupun karena kekurangan pemain(WO). SMA Madania, mebantai SMA8 dalam final dengan skor yang cukup jomplang, 10-0.
Sementara itu tim baseball LabsA SMA Labschool Jakarta mengalami kemenangan besar dalam pertandingan opening melawan SMA 3, dengan skor 12-4 yang memberikan harapan untuk memenangkan Labs Blast untuk pertama kalinya. Sementara itu, LabsB terseok-seok dalam group bersama tim SMA Madania, dan SMA7, dan gagal untuk meraih tempat di semi final.
Meskipun menang dalam pertandingan pertama, Labs Pemuda A masih terbentur kekalahan dan hampir melepaskan posisi semi final. Namun akhirnya untuk pertama kalinya, LabsA berhasil mengamankan posisi di semi final setelah kontroversi yang terjadi pada tim dari SMA26. Meskipun masuk semi final, Labs A harus mengakui ketangguhan SMA Madania dalam semi final dan gugur.
Pada tanggal 25 Maret s.d. 13 April 2012 lalu, SMA Labschool Jakarta bersama SMA Labschool Cibubur membawa nama Indonesia dalam konferensi internasional bernama YouthCan , yang dilaksanakan di New York, Amerika Serikat. Konferensi tersebut diadakan pada tanggal 31 Maret s.d. 2 April 2012 bertempat di American Museum of Natural History. Konferensi ini menghadirkan pelajar dari berbagai penjuru dunia dan berbagi pengetahuan tentang isu lingkungan.
Pada konferensi tersebut SMA Labschool Jakarta membawakan tema “LABSTROVE: Labschool Loves Mangroove Trees” yaitu tentang menyelamatkan sebuah pulau di Kepulauan Seribu dengan menanam mangroove di sekitar pulau tersebut dan menpromosikan kegiatan ini menjadi sebuah tren di kancah internasional. Asal tahu saja, kegiatan ini merupakan hasil kerjasama peserta YouthCan dan ekskul FISILABS yang telah dilaksanakan di Pulau Tidung, Desember lalu.
SMA Labschool Jakarta tidak hanya mempresentasikan temanya di konferensi YouthCan, tetapi juga dibawakan dengan tiga cara, yaitu teaterikal, presentasi dan video untuk pembuktian bahwa SMA Labschool Jakarta telah merealisasikan program ini. Selain mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan tema ini, para peserta juga diajak keliling museum termegah di New York yang merupakan salah satu setting di film Night at The Museum.
Pada konferensi ini, SMA Labschool telah membuktikan pada pelajar di dunia bahwa kita, para pemuda, bisa menyelamatkan lingkungan dengan mudah dan sangat efektif. Kami juga mendapatkan feedback yang baik dari peserta lain dari berbagai negara, dan hasil kerja keras kami diberikan apresiasi yang tinggi oleh peserta yang lain. Walaupun konferensi ini bukanlah sebuah lomba, tetapi kami sangat bangga dengan apa yang telah kami capai dan apa yang telah kami lakukan terhadap lingkungan.
Selain kami melakukan konferensi di New York, kami juga sempat berkeliling kota yang merupakan salah satu kota metropolitan impian semua orang untuk bisa berada disana. Di New York City, kami mengelilingi kota dari segi manapun, termasuk dalam segi pengetahuan, rekreasi, politik, budaya, sosial, arsitektur dan lainnya.
Ada banyak tempat yang kami kunjungi, seperti Times Square, Broadway, kantor PBB, 9/11 Memorial, Central Park, Empire State Building, 5th Avenue, Rockefeller dan lainnya.
Setelah menghabiskan delapan hari di New York, kami melanjutkan perjalanan menuju Boston, yang merupakan ibu kota dan kota terbesar di negara bagian Massachusetts. Boston bisa dibilang sebagai kota pelajar, karena di Boston terdapat banyak sekali unversitas dan diantaranya merupakan unversitas unggul di Amerika Serikat maupun dunia, seperti Harvard University, Massachusetts Institute of Technology (MIT), Boston University, dan lainnya.
Di Boston kami melakukan kunjungan ke Harvard University, Boston University dan MIT dalam tiga hari. Pada tur tersebut, kami bertemu dan berbincang-bincang dengan beberapa mahasiswa Indonesia yang bersekolah disana dan beberapa diantaranya adalah alumni dari SMA Labschool loh.
Puas dengan kunjungan ke universitas unggulan di negara ini, kami melanjutkan perjalanan ke Washington DC, yang merupakan ibu kota Amerika Serikat. Kami melakukan perjalanan selama 8-10 jam untuk mencapai Washington DC. Di sana, kami melakukan banyak kunjungan yang tidak akan terlupakan seperti berkunjung ke Voice of America bagian Indonesia, menuju World Bank dan berkesempatan bertemu dengan ibu Sri Mulyani, mendapat kesempatan mengunjungi ruang rapat World Bank yang tidak terbuka untuk umum, serta berkunjung ke Kedutaan Besar Indonesia yang megah. Kami juga tidak melewatkan kesempatan berkeliling kota yang bersejarah ini. Kami melakukan tur menuju White House, Smithsonian museum, dan lainnya.
Perjalanan tak terlupakan ini berakhir di Washington DC, setelah berada selama 19 hari di Amerika Serikat. Walaupun perjalanan ini memakan waktu yang lama, tetapi terasa singkat karena banyaknya ilmu dan pengalaman yang sangat berharga.
Pagelaran musik klasik, jazz, dan genre musik hedon lainnya yang dibuat oleh SMA Labschool Jakarta mengalun di Usmar Ismail Hall, Kuningan, jakarta dengan tajuk “Glance Of Romance.” Seperti tahun-tahun sebelumnya, recital ini ditujukan untuk mengapresiasi bakat-bakat anak muda dalam hal musik klasik terutama siswa/siswi SMA Labschool Jakarta.
Recital ini mempertontonkan bakat musik klasik seperti solo piano, choir, ensemble, group musik, sampai ballet. Selain itu guest star guest star terkenal juga mewarnai panggung recital. Sebut saja BoyzIIBoyz yang tampil dengan fresh membuat panggung recital yang tadinya dipenuhi dengan alunan musik klasik yang tenang menjadi semangat dan penuh dengan teriakan gadis-gadis. Barry Likumahuwa Project, atau yang sering disebut blp juga menyihir panggung dengan jam mereka yang keren. Tidak lupa juga Aditya Pradana yang merupakan solo pianist berbakat lulusan Labschool Jakarta.
“Glance Of Romance”, begitulah tema yang dipilih panitia dan seksi kesenian OSIS Nattsavika Gatravada. Dengan menyediakan paket duduk couple, dan suasana romantis dengan lilin, dan kelopak bunga bertebaran di depan pintu masuk Hall Usmar Ismail, membuat pertunjukkan musik tersebut cocok untuk ditonton bersama pasangan Anda.
Acara dibuka dengan interlude dari Labs Choir, diikuti dengan pembukaan dari pimpinan setelah itu penampilan piano solo oleh tidak lain ketua panitia Labs Recital 2012 yaitu Khairunnissa Aulia yang sekaligus menjabat sebagai Seksi Kesenian OSIS Nattsavika Gatravada. Setelah itu, rentetan bakat siswa lewat penampilan solo piano. Tercatat ada 11 penampilan solo piano dalam recital tahun ini. Karya dari komposer Frederick Chopin adalah salah satu yang paling banyak dimainkan dalam recital ini, Salah satu pianis yang memainkan karya Chopin adalah Aditya Pradana.
Mungkin tidak banyak yang tahu Aditya Pradana, ia adalah sorang pianis muda lulusan SMA Labschool Jakarta yang beberapa kali terlibat dalam konser piano dan vokal dengan musisi musisi klasik ternama seperti Aning Katamsi, Rama Widi, dll. Jebolan sekolah musik YPM ini memainkan 4 buah lagu, yang salah satunya melibatkan guru musik tercinta kita Ibu Ohen untuk menjadi konduktor dalam lagu “Indonesia Pusaka”.
Setelah break pada pukul 3 sore,suasana panggung menjadi semangat setelah “diserang” oleh penampilan 5 cowok keren BoyzIIBoyz dengan melodi-melodi mereka yang fresh dan anak muda banget. Dan bagi yang belum tau siap itu BoyzIIBoyz, mereka itu bukan Boyband. Mereka group vokal yang salah satu personilya adalah jebolan Indonesian Idol yaitu Kunto Aji. yang berbeda dari group ini adalah adanya unsur beat box.
Dilanjutkan dengan penampilan Barry Likumahuwa Project yang memukau penonton, meskipun senar gitar Barry sempat putus pada awal penampilan menyebabkan rundown acara menjadi terlambat. Kejutan! BoyzIIBoyz ternyata kembali ke panggung untuk berkolaborasi dengan blp. Permainan musik yang kompleks menunjukkan kualitas musik yang tinggi oleh kelompok yang dipiawai oleh anak Benni Likumahuwa tersebut.

Labs Recital 2012 “Glance of Romance” 20 April 2012 @ Usmar Ismail Hall, Kuningan
Bila Bivan dan Taufiq mengikuti OSK di SMAN54, lain cerita dengan Fajri dan Iman yang mengikuti FLS2N(Festival Lomba Seni Siswa Nasional) di SMA Husni Thamrin pada tanggal yang sama. Iman mengikuti kategori desain poster, dan Fajri mengikuti kategori MTQ, Tau kan yang baca Al-Qur’an dengan indah itu loh.
Senasib dengan Taufiq, Fajri(XI IPA3) dan Iman(XI IPS2) sepertinya juga dijadikan peserta dadakan. “Aku gak tau sama sekali tiba-tiba Bu Eri nyuruh ikut.” Tukas Wakil Ketua Rohis Dhiyaul Aml Fajri Taswin.
Beda nasib dengan Iman yang kalah, Fajri menang dengan predikat juara 3. Fajri sendiri shock mendengar hal tersebut. “Gak nyangka banget, belum latihan apapun tiba-tiba disuruh ikut lomba.” Tambah Fajri. Sedangkan Iman Khalil mengaku ia tidak dijadikan peserta dadakan, dia sudah pernah diberitahu beberapa hari sebelumnya, namun kurang persiapan. Yah mungkin “beberapa hari” itu keitung dadakan juga kali ya?
Selamat ya Fajri! :) :D ;) (y) ;;)
Kalian pasti sudah Familiar dengan kata OSN(Olimpiade Sains Nasional), tapi apa kalian pernah dengar OSK? Mungkin kalian sudah menebak-nebak apa kepanjangan dari huruf K di OSK tersebut. Ya! benar sekali! OSK adalah singkatan dari Olimpiade Sains Kecamatan(which is ada di judul). Dan ternyata, teman-teman kita berhasil menjadi 25besar OSK TIK yang diselenggarakan di SMAN54, 4April 2012 lalu. Kedua siswa tersebut adalah Taufiq Abdullah Salim(XI IPA3) dan Bivan Alzacky (XI IPA2).
Mungkin kita berpikir “gak bonafide banget TIK dilombain?” Secara, di sekolah kita belajar TIK hanya seputar bagaimana kita mengoperasikan Microsoft Excel, CorelDraw, dan pelajaran seputar internet sederhana yang mudah dan entah mengapa masih sering banyak yang remedial. Tapi, ternyata soalnya buka tentang itu loh! Melainkan soal-soal logika dan matematis yang sering kita sebut bahasa pemrograman yang pastinya susah aja.
Kita mungkin gak bakal kaget kalau mendengar nama Bivan Al Zacky sebagai 25 besar olimpiade yang melibatkan unsur matematika tersebut. Tapi, tidak ada orang yang lebih kaget daripada Taufiq Abdullah Salim yang mengetahui kabar bahwa dirinya termasuk dalam 25 orang terpintar sekecamatan. Taufiq yang sama sekali tidak mempersiapkan diri sampai 4April 2012 pagi tersebut, ditunjuk tanpa pemberitahuan sebelumnya sebagai perwakilan dari Labschool dalam acara tersebut. “Gw gak belajar sama sekali, Gw juga gak serius ngerjainnya, yang lain pas sebelum lomba pada baca-baca buku(tentang pemrograman-red) sedangkan gw tau apa yang harus dipelajarin aja enggak.” Ucap anak yang tinggal di daerah Sunter tersebut.
Taufiq sendiri mengaku pasrah dan tidak peduli dirinya menang atau tidak, karena pasalnya memang dia dipilih secara mendadak. “Pas lomba, yang lain pada serius gitu ngerjain, sedangkan gw cuma ngerjain yang gw bisa tapi gw isi semua.” Taufiq juga mengaku ia menyelesaikan soal lomba tersebut pertama kali karena tidak ia cek ulang. Meskipun asal-asalan Taufiq berhasil mengungguli puluhan siswa dari sekolah lain yang sudah mempersiapkan diri entah sejak berapa lama, like a boss.
Teman-teman, dunia ini emang tidak adil. Tapi kita harus menghargai teman kita Bivan Alzacky dan Taufiq karena sudah mengharumkan nama Labschool…soon
Kegiatan Mabit(Malam Bina Taqwa) adalah kegiatan rohis tiap tahun sekali. Tapi, bagaimana kalau tahun ini acara tersebut diadakan 2kali? Jumát-Sabtu 13-14 April lalu, Rohis Dhiyaul Aml dari SMA Labschool Jakarta menjadi panitia acara Mabit tersebut, bedanya dengan yang kemarin, peserta Mabit kali ini adalah rohis-rohis dari Saudara kandung kita, yaitu SMA Labschool Cibubur.
Kalau di Labschool Jakarta, kegiatan Mabit adalah sebagai pemberian materi bagi Calon rohis. Di Labschool Cibubur, peserta mabit adalah anggota rohis yang sudah terbentuk. Dengan tujuan sama, yaitu mengajarkan tentang dasar-dasar organisasi rohis yang berlandaskan agama islam. Pemberian materi mengenai islam juga diberikan dalam acara, Diskusi dan debat mengenai islam, juga tentunya ada games dengan hadiah yang cukup menarik agar peserta bersemangat.
Mungkin banyak yang bertanya “mengapa untuk menjelaskan tentang organisasi rohis memerlukan satu malam untuk menginap?” Yah namanya juga Mabit yang dalam bahasa Arab artinya menginap. Dan acara semakin menarik ketika memasuki waktu tengah malam dengan games yang seru melatih peserta untuk berpikir cepat, dan memperluas wawasan tentang islam. Apalagi merasakan suasana malam di sekolah bersama teman-teman itu merupakan pengalaman yang asyik loh.
Dengan jumlah peserta 17orang, Panitia dari rohis Dhiyaul Aml sendiri dapat dikatakan over-antusias karena jumlahnya hampir dua kali lipat pesertanya yaitu 28orang. Ke-17 peserta itu sendiri adalah anggota rohis Asabiqunal Awallun dari LabsCib.





It’s Finally Here! Scholastic edisi 21 akan siap didistribusikan tanggal 30 Maret 2012.
Karena Kali ini tema majalah kita identity, Scholastic menentukan cover yang paling tepat untuk tema tersebut adalah Nametag. Karena, identitas kita yang paling dasar pertama kali dapat dilihat dari nametag yang kita pakai. Tadinya sih editor mau membuat cover dengan gambar sebuah nametag seperti yang dipakai mbak-mbak atau mas-mas yang kerja di restoran fast food Tapi, karena ini majalah Labschool. Kenapa enggak kita memmilih sesuatu yang lebih familiar dengan kehidupan Labschool. Tersiratlah ide untuk memakai nametag TO sebagai model. Tapi setelah editor merundingkan dengan crew Scholastic muncul tanggapan “kenapa cuma satu nametag yang ditampilin dari sekian banyak nametag yang pernah dibuat siswa Labschool?” Muncullah ide cover 2O ini nametag dari berbagai acara di Labschool seperti TO, MOS, Rohiscamp, dll.
Kejuaran SM League yang dibuat oleh Sandyajiva Magastara semakin memanas di ronde kedua pada 21 Maret lalu. Dibandingkan dengan ronde sebelumnya yang relatif berjalan alot dan sepi dengan gol, di babak kedua ini seseorang berhasil mencapai hattrick.
Dimulai dengan pertandigan pertama, IPA1 vs IPA2 yang berlangsung seri tanpa gol. Keadaan sangat seimbang dari awal sampai akhir, Meski pada babak pertama Fahmi IPA1 mendapat peluang emas dan melancarkan tendangan voli ke gawang IPA2, Namun Akbar kiper IPA2 menepis tendangan ke pojok gawang yang cukup mematikan tersebut. Kesempatan penalty disia-siakan oleh Rama IPA2.
Dilanjutkan dengan pertandingan IPS 1 vs IPA4 yang tidak imbang karena IPA4 sendiri bermain hanya dengan 4 orang dikarenakan banyak pemain yang tidak dapat hadir dalam pertandingan. Meskipun demikian IPA4 menolak untuk menerima keputusan wasit untuk WO dan memutuskan untuk bermain tidak imbang setelah babak pertama selesai. Karena kekurangan pemain, kiper Fuad pun sempat menggiring bola ke tengah lapangan untuk menyerang dari gawang meskipun tidak menghasilkan apa-apa. Meskipun kalah jumlah, Abi dari IPA4 berhasil mencetak satu angka dengan gol yang indah pada babak pertama. Namun kemenangan yang mengagumkan tersebut harus berakhir setelah IPS1 menggilas habis dengan 2 gol dari Yuko IPS1 di babak kedua.
Pertandingan terakhir yaitu IPA3 vs IPS2 , IPA3 harus mengakui kekuatan kuda hitam IPS2. Strategi Banu cs nampak sangat matang pada babak pertama karena 3buah gol yang mengantarkan Banu mencetak hattrick dengan assist cepat dari Galih membuat Taufiq kiper IPA3 tidak berkutik. Meskipun demikian, IPA3 membuka harapan pada babak kedua dengan satu gol dari Alwan. Meskipun semangat IPA3 mulai menggebu-gebu pada babak kedua, ternyata start yang terlambat tersebut gagal menghasilkan kemenangan bagi IPA3.
1. Barber Shop. Bukan hal baru setiap kali siswa laki-laki berjalan melintasi Pak Parno atau Pak Bubun, kita akan langsung terintimidasi dan waswas akan penampilan kita. Bukan karena kita punya perasaan sama mereka dan langsung jaga penampilan, tapi karena mereka akan mengawasi rambut kita sudah panjang atau sudah rapih. Tapi, hal yang membuat shocking adalah kalau abis apel pagi tiba-tiba diadakan razia rambut. Dan kalau hal itu terjadi siap-siap saja bagi siswa yang gak lolos audisi rambutnya akan “dirapihkan”(if you know what i mean) yang tentu saja memengaruhi penampilan kita. Nah! kalau rambut kita gak rapih, otomatis kita bakal gak pede dan itu menyebabkan kita jadi malas belajar. Hal tersebut juga menjadi salah satu faktor penarik terjadinya bully yang tidak penting. Makanya Kita harus menuntut Labschool untuk membuat barber shop terdekat. Karena penampilan itu penting (y) .
2. Bank Soal Matematika. Untuk beberapa guru, sebut saja inisialnya Bu Rinawati. mereka tidak mengadakan remedial untuk mata pelajarannya. Namun remedial tersebut diganti dengan sistem poin. untuk mendapat 1 poin tambahan dibutuhkan 10 soal matematika. Tapi, yahh bukan salah siapa-siapa kalau akhirnya banyak siswa berakhir dengan perlu mengerjakan 100 soal lebih, bahkan yang niat bisa dapat mengerjakan300 soal lebih. Dan, darimana coba soal sebanyak itu dapetnya? Tapi, menurut penulis, sistem tersebut sangat tidak kompeten karena hal tersebut menyebabkan siswa lebih fokus pada pelajaran matematika daripada pelajaran lain yang pastinya gak fair dong buat pelajaran yang lain. sehingga sistem ini sebaiknya ditiadakan.
3.Tempat penyewaan peci. Untuk setiap pelajaran agama islam sebenarnya ada peraturan diharuskannya memakai peci,songkok,kopyah,atau apapun namanya. Meski demikian, entah karena siswa labschool punya ideologi “peraturan dibuat untuk dilanggar” atau karena lupa, peci seringkali tidak dibawa pada pelajaran agama. Dan bagi beberapa guru agama sebut saja inisialnya “Pak Taslim” kalau gak bawa peci akan didenda 10rb yang pastinya berimbas kepada menurunnya tingkat ekonomi siswa.
4. Alarm guru; Kembali lagi ke hal pertama. Rambut gondrong akan berpotensi dicukur “instant” jika kita ke gap punya rambut gondrong apalagi sama guru-guru paling disiplin kita yaitu trio guru olahraga SMA Labschool kita tercinta. Tapi gak enak lah kita berkeliaran di sekitar Labschool tidak tenang dengan ancaman akan dicukur di tempat. Maka itu kita memerlukan sebuah alarm yang dibawa setiap siswa (yang mendedikasikan diri untuk melanggar aturan) agar bisa mengetahui kalau keberadaan guru tersebut sedang dekat dengan radius 10m. Atau mungkin sensor navigasi bukanlah ide buruk.

Sabtu, minggu 25-26 Februari lalu. Beberapa murid labschool baik itu kelas 10 maupun kelas 11 mengikuti sebuah kegiatan yang memacu adrenalin yang dibuat oleh seksi brigade Raksakarna Jagadharna OSIS Nattsavika Gatravada.
“Kegiatan ini dilakukan untuk refreshing sebelum uts agar anak-anak kelas 1 bisa lebih dekat dengan anak-anak OSIS. Kegiatan ini juga bagus untuk anak-anak yang suka dengan alam, soalnya kita tidur di tenda.”Tukas Nara Wicaksana selaku Brigade OSIS.
Kegiatan yang diadakan Brigade’s camp cukup beragam mulai dari outbond, rafting, paintball, barberquean, sampai api unggun. Selain acara-acara fun juga ada sharing dengan senior dari brigade. Jadi kegiatan ini bukan hanya untuk senang-senang tapi juga menambah ilmu.
Secara tidak langsung acara ini juga sebenarnya berhubungan dengan perekrutan brigade OSIS loh! “Karena sebagian anak-anak kelas 1 yang ikut acara ini, adalah anak-anak yang ingin jadi OSIS, terutama di subseksi brigade. Jadi dengan acara ini mereka bisa lebih akrab dengan kami(osis). Karena di Brigade’s camp, kami memperlakukan mereka sebagai teman.”
Seperti tahun-tahun sebelumnya acara yang berjalan tiap tahun sekali ini berjalan dengan sukses dan penuh dengan apresiasi oleh pesertanya dibawah pengurusan RJ. “Seneng banget, dan gak lupa bersyukur pada Allah SWT Karena dibalik semua suksesnya acara ini, dan tentunya berkat anak-anak OSIS NG yang udah mau kooperatif semua, apalagi brigade itu sendiri.”Syukur Nara.