Scholastic
Labschool Jakarta Digital Magazine
Home / Ask Me Anything / Crews / Join Us / Suara Pembaca / Contact Us / archive

Review Smartphone Android Sony Xperia E Dual: Dual-SIM

Penggemar ANDROID? Sudah tau bahwa SONY akan mengeluarkan produk terbaru mereka yaitu  Sony Xperia E Dual? Sudah tau bentuk dan spesifikasi nya? Yang lebih utama sudah tau harga nya? 

jadi apa yang bisa kita harapkan dari  Sony Xperia E Dual ketika akhirnya terungkap oleh SONY, dan kapan akan akhirnya memulai debut nya di INDONESIA? 

Xperia E Dual memang didaulat oleh Sony Mobile sebagai smartphone Android dual-SIM penerus Xperia Tipo Dual. Mengusung spesifikasi lebih tinggi dan juga desain bodi terbaru tentu saja membuat Xperia E Dual terlihat lebih menarik dibandingkan Xperia Tipo Dual. Tentu saja peningkatan spesifikasi ini berujung pada performa lebih baik dan juga harga lebih tinggi. Kami mendapati selisih harga sekitar 400 ribu rupiah antara Xperia Tipo Dual dan Xperia E Dual.

 

Dari segi performa, clock speed ekstra sebesar 200 MHz di atas Xperia Tipo Dual memang memberikan Xperia E Dual performa lebih baik seperti terlihat pada hasil pengujian kami. Meskipun spesifikasi tidak tergolong mewah, prosesor single-core Cortex-A5 1GHz + Adreno 200, hardware tersebut ternyata masih mumpuni untuk melayani berbagai aplikasi maupun game Android keluaran terbaru. Bahkan kami tidak menemukan kendala sama sekali saat kami menelusuri sistem operasi Ice Cream Sandwich samrtphone ini. Selain itu, smartphone Android ini juga menawarkan performa baterai cukup memuaskan dengan kapasitas sebesar 1500 mAh.

Diluar performa, Xperia E Dual juga menawarkan feature lengkap di kelasnya. Sebut saja kamera belakang 3,15 MP, slot microSD hingga 32 GB, dual-SIM, xLOUD, Headphone Surround, dan setumpuk aplikasi bawaan pada saat pertama kali menyalakan smartphone ini.

Secara keseluruhan Xperia E Dual merupakan smartphone Android cukup menarik di kelasnya. Meskipun begitu, Xperia E Dual tampaknya harus berjuang keras untuk bersaing dengan smartphone Android dual-SIM di kelas yang sama dengan spesifikasi lebih tinggi asal negeri tirai bambu. Akan tetapi Xperia E Dual tetap merupakan pilihan menarik untuk samrtphone Android dual-SIM jika Anda merasa kurang cocok menggunakan merek yang belum terlalu dikenal.

Kelebihan

 + Dual SIM

 + Feature xLOUD & Headphone Surround

 + Performa memuaskan untuk spesifikasi yang digunakan

 + Daya tahan baterai cukup tahan lama

Kekurangan

 –Harga cukup tinggi dengan spesifikasi prosesor single-core

– Dua titik sentuh

– Kurang cocok untuk pengguna dengan jari berukuran besar

Data TeknisProsesor    Qualcomm MSM7227A @1GHz + Adreno 200

Format Video    H.264, MPEG4, WMV, AVI

Format Audio    MP3, MP4, WMA, AAC, AAC+, WAV, MIDI, OGG

Format  Gambar      JPG, BMP, PNG

Layar     Capacitive 3,5 Inci @320 x 480 piksel

Kamera Belakang    3,15 MP

Interface             micro USB

Koneksi nirkabel     Wi-Fi (802.11 b/g/n), Bluetooth 2.1

Dimensi dan Bobot         113.5 x 61.8 x 11 mm/115.7 gram

Daya Tahan Baterai        382 Menit

Produsen            Sony Mobile

Website              http://www.sony.com

Harga    Rp. 1.899.000,-

Diluar dari kekurangannya Sony Xperia E dual memiliki kelebihan yang cukup menarik dan baterai yang kuat . Apakah anda tertarik untuk membelinya?

Pokemon X dan Pokemon Y : a Challenge for Nintendo

Rasa-rasanya, permainan “pokemon” (pocket monster) yang dikenalkan oleh perusahaan “Nintendo” dan “game freak” di Jepang pada tahun 1996 ini tidak ada mati-matinya. Baru-baru ini, pihak Nintendo mengumumkan akan dirilisnya Pokemon X dan Pokemon Y pada Oktober tahun ini. Ini menandakan perilisan gamenya yang sudah memasuki ke enam kalinya.

            Nintendo memang mempunyai siklus perilisan game seri pokemon. Game pertama mereka, seri pokemon Red dan Green tidak hanya menarik penggemar yang ada di Jepang namun juga di luar Jepang. Setelah itu, Nintendo merilis serangkaian versi Pokemon red dan green, salah satunya adalah pokemon Yellow, yang alur cerita gamenya mirip dengan serial animasinya.

            Tak terasa sekarang memasuki tahun 2013, dimana Nintendo sedang sibuk mempromosikan rilisan game barunya yang ke-enam. Seiring berjalannya waktu, Pokemon yang dulu ibaratnya masih “kotak-kotak” grafiknya, sekarang akan hadir dengan grafik full-3D. Nintendo akan merilis game ini untuk console Nintendo 3DS mereka yang dirilis beberapa tahun yang lalu. Tentunya ini adalah kabar kembira bagi penggemar pokemon yang masih kecewa dengan grafik game pokemon saat ini.

            Selain itu, Pokemon X dan Pokemon Y menghadirkan pokemon yang baru juga. Sejauh ini, baru ada 6 yang sudah menunjukkan tampangnya. Para penggemar rata-rata menyukai desain pokemon tersebut. Namun, sebagian orang mulai meragukan kekreatifan Nintendo dalam mendesain pokemon nya. Inilah tantangan bagi Nintendo. Karena pendahulunya, seri pokemon Black dan White, dinilai kurang memuaskan desain pokemon nya bagi sebagian orang. Meskipun game ini termasuk game yang paling banyak dipesan di sebagian negara.

            Tantangan lain adalah alur cerita dari game ini. Rata-rata, para pendahulunya memiliki alur yang sama. Mulai dari menerima “starter pokemon”, bertarung dengan “trainer”, menangkap berbagai pokemon, hingga mengikuti turnamen Pokemon. Bagi sebagian orang alur ini dianggap membosankan. Pihak Nintendo sendiri masih merahasiakan alur ceritanya. Namun, pastinya game ini akan tetap menarik perhatian banyak orang seperti para pendahulunya. Lihat saja, grafik 3D, pokemon baru, tempat baru, I mean, who could not resist? =)

           

sumber foto :

http://i.neoseeker.com/n/4/pokemonxystarters.jpg

http://www.gaming-age.com/wp-content/uploads/2013/01 /Pokemon_X_Y-logo.jpg

Monorel: Debut Jokowi

Monorel adalah salah satu transportasi andalan masyarakat masa kini. Jenis Mass Rapid Transportation (MRT) ini menjadi andalan karena efisiensi dan keaktifannya daripada transportasi lain. Menilik kembali ke belakang—sejak zaman gubernur Sutiyoso (Bang Yos)—pembangunan monorel di Jakarta sudah pernah dimulai. Tetapi, dikarenakan permasalahan dengan kontraktor, maka monorel di Jakarta hanya tinggal ‘tiang’ saja.

Gubernur DKI Jakarta periode 2012—2016, Joko Widodo—yang kerap disapa ‘Pak Jokowi’—berniat untuk melanjutkan pembangunan monorel dengan menggaet 2 kontraktor sekaligus: PT. Jakarta Monorel dari pihak swasta dan PT. Adhi Karya dari pihak BUMN. Karena ada dua kontraktor, maka pembangunannya jelas akan ‘kebut-kebutan’ seperti dikutip dari pernyataan menteri BUMN Dahlan Iskan. Namun ternyata, pihak BUMN sendiri belum terlalu siap. Pasalnya, PT. Adhi Karya menjual sahamnya sebanyak Rp 2 Triliun kepada public hanya demi proyek monorel.

Ditengah banjir yang melanda ibukota Jakarta, Jokowi tidak terlalu ambil pusing dan lebih focus ke monorel. Ketika ditanya presiden SBY tentang kondisi Jakarta, Jokowi menjawab “Cuma hujan, nggak banjir” dengan mudahnya. Mengapa demikian? Karena pada tanggal 25&26 Januari lalu, Jokowi sudah meminta BPPT mengalihkan hujan Jakarta sehingga Jakarta tidak banjir lagi. Selain itu, pihak kementrian pekerjaan umum sudah memperbaiki tanggul yang jebol. Sehingga, banjir tak perlu dirisaukan. Selain itu, monorel juga dapat membantu mengatasi banjir.

Monorel rencananya akan dibuat 2 ruas. Tahap pertama yaitu bagian pusat dari Kota Jakarta. Tahap kedua adalah lingkar luarnya. Lalu, apa saja keuntungan monorel? Pertama, monorel mengatasi banjir. Dengan adanya monorel, kita tak perlu repot lagi berkutat dengan banjir di jalanan. Kedua adalah kemacetan. Jika monorel nantinya nyaman, maka kendaraan pribadi otomatis akan berkurang. Tetapi, masalahnya ada pada listrik. Selama ini, kondisi listrik Jakarta masih labil. Apabila begitu, bias-bisa monorel tidak berjalan karena listriknya mati.

Kita tunggu saja kelanjutan dari kisah monorel Jokowi. Semoga berhasil dan tepat sasaran.

image


School Hero bersama KapanLagi.com dan IM3

Foto: @KapanLagicom

School Hero bersama KapanLagi.com dan IM3

     Hari ini SMA Labschool Jakarta beruntung menjadi tujuan kegiatan goes to school dari KapanLagi.com dan IM3. Tema dari acara ini adalah “School Hero” yang berisikan tentang anti bullying. Sebelum acara dimulai, siswa registrasi terlebih dahulu, dan foto untuk kontes foto yang nantinya akan di-upload di twitter masing-masing dan yang beruntung akan mendapat pulsa dari Indosat masing-masing Rp 100.000 untuk 2 orang pemenang. Acara tersebut dimulai pukul 10.00 yang diawali oleh IM3 yang menjelaskan tentang aplikasi terbaru mereka yaitu tentang Augmented Reality, yang bisa digunakan pada aplikasi Android dan iOS. Lebih lanjutnya ada di www.planetmonstar.com.

     Dilanjutkan dengan pembicaraan tentang anti bullying dan akibat dari bullying terhadap korban bully. Pengertian dari bully adalah perlakuan kasar, merendahkan, dan menekan terhadap orang lain. Dan pembicara yang hadir adalah Citra dari KapanLagi.com dan Dimas Anggara.

     Menurut Dimas Anggara, perlakuan bully itu adalah perilaku yang tidak baik. Ia bercerita tentang sekolahnya yang saat itu masih ada masa dimana siswa-siswanya masih melakukan bully terhadap adik kelas dan bully-nya pun cukup parah. “Tapi setelah angkatan saya ke bawah, udah berkurang bully-nya. Karena di angkatan saya sendiri juga anak-anakny pada ga suka bully jadi semakin ke sini juga bully udah berkurang,” cerita Dimas. Ia juga bilang bahwa senioritas itu perlu untuk respect terhadap kakak kelas, namun kalau adik kelas sudah respect terhadap kakak kelas nggak perlu ada bully-bully segala. Kita harus menjaga hubungan baik dengan mereka, karena mungkin saja suatu hari nanti kita bisa bekerja sama dengan mereka.

     Citra juga say no to bully. Menurutnya, sekolah juga sangat bertanggung jawab terhadap bullying. Karena itu, sekolah harus memiliki sanksi yang tegas terhadap perlakuan bullying yang dilakukan oleh siswanya. Jika peraturan sekolah tidak tegas,  maka akan tetap banyak siswa yang mem-bully adik kelasnya, atau bahkan teman seangkatan sendiri. Sekolah tidak akan mungkin membiarkan aksi bullying terjadi pada murid-muridnya. Jika saja ada sekolah yang sanksinya tidak tegas atau mengabaikan tentang bully, maka pasti ada yang salah dengan sekolah tersebut.

     Presentasi dan sesi tanya jawab tentang bully pun diakhiri dengan peragaan aksi bully dari 4 siswa yang terdiri dari kelas 10 dan 11. KapanLagi.com juga memberikan beberapa goodie bag di sesi awal tadi. Dan acara School Hero bersama KapanLagi.com dan IM3 pun diakhiri dengan closing performance dari Barris, grup musik dimana Dimas Anggara menjadi vokalisnya. Barris menyanyikan 4 lagu untuk closing acara ini. Sebelum kembali ke kelas masing-masing, peserta yang mengikuti acara tadi diberikan sertifikat, namun tidak semua dapat karena jumlahnya tidak sebanyak peserta yang datang.

Profil guru: Bu Choi

              Guru yang akan tim Scholastic wawancarai kali ini adalah seorang guru yang baru mulai mengajar di SMA La

bschool Jakarta pada tahun ajaran 2011/2012 ini, beliau mengajar mata pelajaran biologi di kelas 10. Siapakah beliau? Beliau adalah Ibu Dwi Choirina atau yang biasa disapa Bu Choi. Silahkan disimak wawancaranya!

 Scholastic(Sch): Hai, Bu Choi! kami tim Scholastic akan mengajukan beberapa pertanyaan untuk Ibu, boleh kan?

Nama Lengkap: Dwi Chorina

Tempat Tanggal Lahir : Jakarta, 28 April 1988

Motto: Keep moving forward!!

Bu Choi(Bc): Boleh dong.

Sch: Jadi kenapa Ibu memilih menjadi guru?

Bc: Awalnya sih tidak tertarik, saat SMA saya tidak ada niat an sama sekali untuk menjadi guru. Ternyata, ada hikmahnya sih. saat SNMPTN saya, agak tragis juga ya, saya menulis kode yang salah. Jadi, setelah lulus SNMPTN saya barulah sadar kalau yang saya pilih adalah jurusan pendidikan biologi yang nantinya saya akan menjadi guru.

Sch: Memang awalnya Ibu ingin menjadi apa?

Bc: Tadinya saya kalo nggak kesehatan masyarakat—fakultas kesehatan masyarakat—saya ingin jadi biologis. Jadi, harusnya pilihannya program studinya adalah biologi saja, tanpa ada pendidikan, karena kalau ada pendidikan berarti akhirannya akan menjadi guru, salah kode. Tapi tetap biologi sih. memang dari dulu saya suka biologi.

Sch: Lalu, kenapa Ibu memilih mengajar di Labschool?

Bc: Menyambung niatan saya tadi yang tidak mau menjadi guru ternyata akhirnya menjadi guru dan sekarang saya menjalaninya pun ternyata asik menjadi guru. Kenapa? Karena saya berinteraksi dengan murid-murid. Berinteraksi dengan yang namanya makhluk hidup, beda dengan orang yang bekerja di kantoran. Mereka berinteraksinya dengan benda mati, dengan komputer, data-data, proyek, dan lain sebagainya, tapi kalau saya menjadi guru, saya berinteraksinya dengan makhluk hidup. Saya bisa bersosialisasi, bisa mengetahui karakter murid-murid, dan setiap tahun itu berganti, ternyata itu sangat menarik sekali. Lalu kenapa saya memilih Labschool? Karena di Labschool ini selain akademik, kegiatan non akademiknya banyak. Dan lalu kita bisa belajar. Belajar ya sosialisasi tadi, belajar organisasi lagi, belajar manajemen. Karena disini banyak kegiatan-kegiatan yang  mengarahkan siswanya untuk lebih kreatif lagi, lebih bisa bersosialisasi lagi.

Sch: Menurut Ibu anak-anak Labschool gimana?

Bc: Anak-anak Labschool menurut pandangan saya, karena saya sudah disini mulai 2008 jadi PPL, menurut pengamatan saya dari awal saya disini sampai sekarang, sebenarnya  anak Labschool itu kreatif. Mereka kalau diadu kreatif itu kreatifitas mereka tinggi ya, sangat tinggi bahkan. Lalu angkatannya itu solid. Kesolidan setiap angkatan itu ada, dan itu kuat. Tapi untuk akademik, agak malas ya haha… perlu didorong dulu. Tapi sebenarnya bisa, mereka tuh bisa, hanya karena malasnya itu jadi kurang maksimal. Sebenanrny sih bisa lebih lagi dapatnya, tapi Karena malas, atau mungkin banyak kegiatan ya? Tapi kalau soal kreatif saya acungin jempol deh.

Sch: Harapan Ibu untuk murid-murid Labschool apa?

Bc: Harapan saya….. Mungkin kamu pernah baca kan ya mottonya Labschool; iman, ilmu, amal. Jadi ya harapan saya adalah iman, tetap beriman kepada Tuhannya, memgang teguh agamanya, kemudian berilmu, punya ilmu yang banyak. Setelah mereka berilmu, mereka terus beramal, mengamalkannya, membaginya kepada orang lain, tidak disimpan sendiri.

Sch: baiklah, terima kasih Bu Choi untuk waktunya. Sukses selalu menjadi guru di Labschool.

Bc: Iya sama-sama. Sukses selalu juga untuk nilai-nilainya.

Edit: Chocolatea

             Mungkin udah pada familiar sama band yang personilnya semua anak SMA Labschool Jakarta ini. Gendis dan Karina pada vokal, Banu pada Keyboard, Iman pada bass, Irfan pada gitar, Dhivo pada perkusi, dan Naufal pada Saxophone. Selain manggung di acara Labs Recital 2012 lalu, Band yang tergolong baru ini ternyata udah pernah dijadiin feature band sama pensi SMA lain lho! Penasaran gak sih sama awal band ini gimana? kita dengar liputannya yuk!

            Band yang mengaku bergenre urban pop ini awalnya tidak langsung punya 7personil kayak sekarang. Berawal dari Banu dan Gendis yang memang suka main musik bareng dan tampil di acara-acara SMA lain. Pada waktu itu, Gendis sebagai vokal dan Banu sebagai gitaris memang sudah mendapatkan sambutan dari banyak penonton karena keunikan mereka.

            Sementara itu, Iman, Naufal, dan Irfan sudah tertarik untuk latihan bareng di studio yang sama sejak mereka dipersatukan di kelas XD. Pada suatu hari Banu dan Gendis dapat tawaran bermain di acara pernikahan saudara Banu. Tapi Banu dan Gendis pikir gak rame kalau Cuma berdua, akhirnya diajaklah Iman, Naufal, dan Irfan untuk ngebantu mereka berdua. Karena mersa masih kurang, mereka mengajak Dhivo yang memang terkenal dengan skill perkusinya yang dewa untuk meramaikan acara pernikahan saudara Banu tersebut.

            “Setelah main di pernikahan Banu gw langsung pikir, ini dream band gw.” Ungkap Iman sambil menceritakan tentang perjalanan Chocolatea. Setelah itu chocolatea yang waktu itu belum diberi nama tidak lama-lama duduk berpangku tangan. Mereka langsung mengejar gigs-gigs yang ada, dan semua itu tidak terlepas dari jasa Derian. Yaitu anak SMA yang rela menjadi manager Choctea tanpa bayaran sepeserpun. “Derian itu bisa dibilang orang yang paling berjasa sama Chocolatea. Kalau gaada dia, mungkin kita gak bisa jadi siapa-siapa.” Ungkap Iman.

            Setelah itu, Karina yang saat itu sekelas dengan mayoritas personil Choctea di XD,bakat menyanyinya tidak sengaja terdengar personil-personil Chocolatea lain ketika ia sedang iseng-iseng nyanyi di kelas. Bergabunglah mereka menjadi 7orang dengan posisi yang sekarang.

            Chocolatea sendiri adalah nama yang spontan diusulkan oleh Irfan ketika mereka hendak mengikuti audisi gigs. “Kita belom punya nama band waktu itu, tau-tau di lembar formulir pas disuruh nulis nama band, kita bingung.” Tukas Iman.

            Walaupun belum mempunyai single sendiri. Chocolatea tetap berusaha untuk exist di dunia permusikan. Mereka sendiri pernah mencoba untuk audisi sebagai audition band di perhelatan musik terakbar se-Jakarta Java Jazz 2011. Walaupun mereka tidak mendapatkan gigs tersebut mereka cukup membuat juri terkejut dengan penampilan mereka. ”Penampilan kalian tidak seperti penampilan band yang baru jadi.” Ungkap Iman yang meniru gaya bicara juri tersebut. Tentunya hal tersebut membangkitkan semangat Chocolatea.

About The Cover: Scholastic 21

Di edisi 21 ini, kami mengangkat tema “Survival”
Survival di sini artinya macem-macem sebenarnya.
Tapi secara khusus sih kita ngebahas bagaimana
cara bertahan hidup di kehidupan SMA yang ganas
ini. Sebenernya sih tema ini timbul dari kegalauan
salah satu redaksi kita yang lagi kesusahan banget
bertahan di sekolah ini

Karena Tema kita kali ini survival,
Kali ini Scholastic membuat cover
tentang seorang pemuda yang sedang
memandang jauh ke depan setelah
berhari-hari berusaha mencari umat manusia
lain selain dirinya setelah bertahan dari bencana hebat yang menghantam bumi atau mungkin zombie apocalypse. Bajunya compang-camping melambangkan rintangan yang ia tempuh tidaklah mudah. Ilustrasi  yang dibuat oleh Nadhila Fitri dengan bahan dasar cat acrylic ini punya inti cerita survival, meskipun dapat ditafsirkan berbeda-beda.

Piala Api

   Piala api membakar di Labschool 25 Mei 2012 lalu. Kompetisi fisik yang diadakan Seksi Brigade OSIS Nattsavika Gatravada ini menonjolkan kepada kompetisi fisik, dan beberapa keahlian berfikir. “Tujuan kami mengadakan Piala Api adalah untuk membakar kembali semangat merah putih dalam siswa Labschool yang biasanya sudah padam.” Tukas Aby, Brigade OSIS NG. Dalam kompetisi ini terdapat 5 tantangan fisik dan 1 tantangan otak, 5 rintangan fisik termasuk di dalamnya adalah mengangkat meja. Dan untuk tantangan otak adalah peserta harus memikirkan bagaimana telur yang dijatuhkan tidak boleh pecah.


Labs Performance- Labs Project 2012 ethnictology

Labs Project 2012-Ethnictology

   Labs Projet kembali menggema di Istora Senayan, 12 Mei 2012 lalu. Seperti tahun-tahun sebelumnya panggung Labs Project bertabur bintang dari berbagai macam genre musik, dari mulai blues sampai metal. 

   Acara yang sudah dipersiapkan selama setahun penuh ini menghadirkan artis-artis papan atas dengan range musik yang luas. Bagi penikmat musikalitas kelas tinggi, Ethictology menyediakan Gugun Blues Shelter, Bagi yang suka ngegalau dengan musik slow, Adera siap menemani, dan Bagi yang mau moshing dan asik-asikan, Burgerkill,revenge,dan The SIGIT siap menghancurkan Istora. Gak sampai situ, bagi yang mau nostalgia dengan lagu-lagu lama, ada Sheila On7 yang mewarnai panggung Labspro.

   Konsep Labs Project tahun ini adalah Ethnictology, yaitu perpaduan antara etnis, dan teknologi. Etnis disini diambil dari beragam budaya Indonesia yang tentunya sangat bervariasi, dipadupadankan dengan teknologi lighting, laser show, dan konsep glow in the dark.

   Perpaduan tersebut dapat jelas terlihat, salah satunya yaitu megashow dari siswa-siswi SMA Labschool Jakarta. Yang menambahkan unsur batik dari danar hadi untuk Fashion Show, Perkusi yang menampilkan lagu daerah yang dipadupadankan dengan konsep pakaian glow in the dark, Modern dance yang mengambil konsep wayang, dll.

   Untuk menambah kesan Teknologi, Panitia sendiri menyediakan glowing stick secara cuma-cuma untuk para pengunjung agar kerasa konsep glow in the darknya. Laser Show yang gak murah juga menambah kesan futuristic dalam stage.

    Dimulai pukul 13.00 dengan penampilan Band Featuring “Mati Lampu”, bagi yang kangen sama kakak kelas kita dari Labschool, Agam. Setelah itu dihibur dengan musik indie dari Humingbird, Penampilan Energik Protocol Afro, dan sesi pertama ditutup dengan penmpilan fresh dari cewek-cewek cantik(dan 2 cowok) Morgen bis Aben.

   Kembali dibuka setelah istirahat dengan alunan musik ska yang woles dari band yang kembali hadir di LP tahun lalu, Pasukan Lima Jari. Diikuti oleh band cadas Revenge(yang ternyata vokalisnya alumni Labschool), Dilanjutkan dengan Easy Tiger yang tergolong band baru tapi popularitas mereka sudah tidak perlu ditanyakan, dan sesi kedua ditutup dengan lagu-lagu yg “jleb” dari Adera.

   Istora Senayan makin penuh setelah istirahat kedua yang selesai pukul 18.30(Mungkin karena pada nunggu solat maghrib dulu) langsung saja megashow dari SMA Labschool Jakarta “Menggemparkan” seisi Istora, mulai dari Fashion Show dari Batik Danar Hadi, dan Topshop-Topman, Perkusi, Saman dari Danza Trice yang tahun lalu sempat menarik media karena menang di kompetisi Folklore di Cyprus, Modern Dance dari Diva Dance tidak lupa pula Paduan Suara dari Labs Choir. Kejutan terjadi di akhir-akhir megashow, dengan flash mob dari semua siswa Labschool mengajak semua penonton untuk ikut bergerak.

   Setelah itu, band-band kelas berat mulai beraksi dengan durasi masing-masing 45 menit, GBS, Burgerkill, The SIGIT, dan Sheila On7 menggigit semua penonton yang ada di ISTORA Senayan.


Labs Project 2012, ethnictology; 12-5-2012. Guest Star: Sheila On7, The SIGIT, Gugun Blues Shelter, Adera, Burgerkill, and many more

Cerita Redaksi: Ibu Sayang dan Six sense

   Hari Rabu lalu, seperti biasa rutinitasku di sekolah, duduk di belakang kelas, belajar, bengong gangerti pelajaran, istirahat, ngobrol sama temen, makan, solat, pulang, dst. Hari itu berjalan cukup normal sampai istirahat kedua saat aku hendak memesan makanan.

   Siapa yang gak kenal ibu sayang? wanita berkerudung yang menjual nasi di kantin biru (East mall) ini sudah dikenal semua warga labschool akan keramahtamahan dalam meladeni konsumen mereka. Sering kali ia memberikan embel2, “kasep”, “ganteng”, “cantik”, dll yang membuat konsumen jadi tersipu malu, dan merasa nyaman. Meskipun begitu rasanya ada yang janggal dengan ibu berkerudung itu.

   Aku sendiri bisa dibilang cukup jarang untuk memesan makan di ibu sayang, jadi kurasa aku tidak punya menu andalan di sana. Dan kebetulan siang itu aku hendak memesan makanan di kios sebesar 3x1m tersebut.

  Seperti biasa, aku masih belum menentukan lauk apa yang akan menemani nasi makan siangku dan baru memikirkannya di depan kios. aku baru melihat menu lauk2 yang dipajang ketika ibu sayang sudah menanyakan “nasi putih atau nasi merah?”.

   Setelah semenit lebih, aku akhirnya memutuskan dalam benakku untuk memesan lauk toge, dan rendang. Beberapa saat setelah aku menentukan dalam benakku, ketika kata “toge sama rendang” sudah menggelantung di tenggorokanku, aku shock ketika ibu sayang mengatakan kata yang sama dengan apa yang aku belum katakan. Akupun hanya bengong ketika ia mengatakan “siap kasep!” dan memerintahkan asistennya untuk mengambilkan rendang ke piring nasiku.

   Sekali lagi kukatakan, aku belum mengatakan secara lisan pesananku, dan aku jarang sekali pesan makanan di ibu sayang, yang berarti aku tidak punya menu favorit, dan ia sudah tau lauk apa yang aku akan pesan seakan dia telah membaca pikiranku. So, what do you think?